Welcome to My Website...!!! My Website for Public, for Share, and for Knowledge.

Cara Verifikasi Paypal Dengan Bank Lokal Indonesia

Hari ini saya mencoba memverifikasi account paypal saya menggunakan bank lokal yaitu BCA. Bagi anda yang ingin mencoba verifikasi account paypal anda dengan bank-bank lokal seperti BCA, tanpa harus menggunakan jasa VCC maupuna credit card simak tips / caranya berikut :
  • Login paypal, Edit profile
  • Add/Edit Bank Account
  • Name on account = nama depan sesuai nama bank dan account paypal
  • Bank name = isi dengan nama bank, mis : BCA, BRI, BNI
  • Bank code = isi dengan kode bank Indonesia, listnya ada disini https://www.paypal.com/id/cgi-bin/webscr?cmd=xpt/Marketing/popup/BankCodeOfMajorBankinID atau lihat tabel dibawah :
BANK NAME Bank code
BANK INDONESIA 0010016
PT. BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk 0020307
PT. BANK EKSPOR INDONESIA (PERSERO) 0030012
PT. BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. 0080606
PT. BANK NEGARA INDONESIA 1946 (Persero) Tbk. 0090010
BNI SYARIAH 0090010
PT. BANK DANAMON INDONESIA INDONESIA Tbk 0111274
PT. BANK PERMATA Tbk. 0130307
PT. BANK CENTRAL ASIA Tbk. 0140012
PT. BANK INTERNATIONAL INDONESIA Tbk. 0160131
PT. BANK PAN INDONESIA Tbk. / PT. PANIN BANK Tbk. 0190017
PT. BANK NIAGA Tbk. 0220026
PT. BANK UOB BUANA, TBK 0230016
PT. LIPPO BANK 0261399
PT. BANK NILAI INTI SARI PENJIMPAN Tbk. 0280024
AMERICAN EXPRESS BANK LTD. 0300302
CITIBANK NA 0310305
JPMORGAN CHASE BANK, NA 0320308
BANK OF AMERICA , NA 0330301
PT. BANK MULTICOR / PT. BANK WINDU KENTJANA INTERNASIONAL 0360300
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL, TBK 0370028
THE BANGKOK BANK PCL 0400309
THE HONGKONG and SHANGHAI BANKING CORP 0410302
THE BANK OF TOKYO MITSUBISHI UFJ LTD. 0420305
PT. BANK SUMITOMO MITSUI INDONESIA 0450304
PT. BANK DBS INDONESIA 0460307
PT. BANK RESONA PERDANIA 0470300
PT. BANK MIZUHO INDONESIA 0480303
STANDARD CHARTERED BANK 0500306
ALGEMENE BANK NEDERLAND AMRO BANK N.V. / ABN AMRO BANK NV. 0520302
PT. BANK CAPITAL INDONESIA 0540308
PT. BANK BNP PARIBAS INDONESIA 0570307
PT. BANK UOB INDONESIA 0580300
KOREA EXCHANGE BANK DANAMON / PT. BANK KEB INDONESIA 0590303
PT. BANK RABOBANK INTERNATIONAL INDONESIA 0600303
PT. ANZ PANIN BANK 0610306
DEUTSCHE BANK AG 0670304
PT. BANK WOORI INDONESIA 0680307
BANK OF CHINA LIMITED 0690300
PT. BANK BUMI ARTA 0760010
PT. BANK EKONOMI RAHARJA 0870010
PT. BANK ANTAR DAERAH 0880055
PT. HAGABANK INDONESIA / PT. BANK HAGA 0890016
PT. BANK IFI 0930015
PT. BANK CENTURY Tbk. 0950011
BANK MAYAPADA INTERNATIONAL / PT. BANK MAYAPADA Tbk. 0970017
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA BARAT / PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JABAR DAN BANTEN 1100093
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DKI JAKARTA / BANK DKI 1110164
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH DIY / YOGYAKARTA 1120015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAWA TENGAH 1130348
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JATIM 1140383
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH JAMBI 1150014
PT. BPD ISTIMEWA ACEH 1160033
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMUT 1170201
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA BARAT / PT. BANK NAGARI 1180259
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH RIAU 1190016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SUMATERA SELATAN 1200142
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH LAMPUNG 1210051
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN SELATAN 1220012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN BARAT 1230015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALIMANTAN TIMUR 1240018
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH KALTENG 1250011
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI SELATAN 1260027
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI UTARA 1270091
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH NTB / NUSA TENGGARA BARAT 1280010
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH BALI 1290013
BANK PEMBANGUNAN DAERAH NUSA TENGGARA TIMUR 1300013
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH MALUKU 1310016
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH PAPUA 1320019
PT. BPD BENGKULU 1330012
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGAH 1340015
PT. BANK PEMBANGUNAN DAERAH SULAWESI TENGGARA 1350018
PT. BANK NUSANTARA PARAHYANGAN 1450028
PT. BANK SWADESI Tbk. 1460021
BANK MUAMALAT INDONESIA / PT. BANK MUAMALAT INDONESIA 1470011
PT. BANK MESTIKA DHARMA 1510049
PT. BANK METRO EKSPRESS 1520013
PT. BANK SINARMAS 1530016
PT. BANK MASPION INDONESIA 1570021
PT. BANK HAGAKITA 1590014
PT. BANK GANESHA 1610017
PT.HALIM INDONESIA BANK / PT. BANK HALIM INDONESIA / PT. BANK ICBC INDONESIA 1640058
PT. BANK HARMONI INTERNASIONAL 1660012
PT. BANK KESAWAN 1670099
PT. BANK TABUNGAN NEGARA (Persero) / PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO) SYARIAH 2000024
PT. BANK HS 1906 / PT. Bank Himpunan Saudara 2120027
B.T. PENSIUNAN NASIONAL / PT. BANK BTPN / PT. BANK TABUNGAN PENSIUNAN NASIONAL 2130101
PT. BANK SWAGUNA 4050072
PT. BANK JASA ARTA 4220051
PT. BANK MEGA Tbk. 4260176
PT. BANK UMUM KOPERASI INDONESIA (BUKOPIN) / PT. BANK BUKOPIN Tbk. 4410010
PT. BANK SYARIAH MANDIRI Tbk. 4510017
PT. BANK BISNIS INTERNATIONAL 4590037
PT. BANK SRI PARTHA 4660019
PT. BANK JASA JAKARTA 4720014
PT. BANK BINTANG MANUNGGAL / PT. BANK HANA 4840017
PT. BANK BUMI PUTERA Tbk. 4850010
PT. BANK YUDHA BHAKTI 4900012
PT. BANK MITRANIAGA 4910015
PT. AGRONIAGA BANK 4940014
PT. BANK INDOMONEX 4980016
PT. BANK ROYAL INDONESIA 5010011
ALFINDO SEJAHTERA BANK / PT. BANK ALFINDO 5030017
PT. BANK SYARIAH MEGA INDONESIA 5060016
PT. BANK INA PERDANA 5130014
PT. BANK HARFA 5170016
PT. PRIMA MASTER BANK 5200025
PT. BANK PERSYARIKATAN INDONESIA 5210031
PT. BANK DIPO INTERNATIONAL 5230011
PT. BANK AKITA 5250046
PT. BANK LIMAN INTERNATIONAL 5260010
PT. ANGLOMAS INTERNATIONAL BANK 5310012
PT. BANK KESEJAHTERAAN EKONOMI 5350014
PT. BANK UIB 5360017
PT. BANK ARTOS INDONESIA 5420025
PT. BANK PURBA DANARTA 5470017
PT. BANK MULTIARTA SENTOSA 5480010
PT. BANK MAYORA INDONESIA 5530012
PT. BANK INDEX SELINDO 5550018
PT. BANK EKSEKUTIF INTERNASIONAL 5580017
PT. CENTRATAMA NASIONAL BANK 5590036
PT. BANK FAMA INTERNATIONAL 5620029
PT. BANK SINAR HARAPAN BALI 5640012
PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL 5660018
PT. BANK HARDA INTERNASIONAL 5670011
PT. BANK FINCONESIA 9450305
PT. BANK MAYBANK INDOCORP 9470301
PT. BANK OCBC INDONESIA 9480304
PT. BANK CHINATRUST INDONESIA 9490307
PT. BANK COMMONWEALTH 9500307
  • Account number = isi nomor rekening anda
  • Reenter = ulangi lagi
  • Klik continue
Karena saya sudah pernah memverifikasi paypal menggunakan bank niaga, jadi tidak kelihatan apakah sudah berhasil apa tidak, akan kita lihat dalam 2 hari ini, biasanya ada email pemberitahuan dari paypal bahwa penambahan bank berhasil.

Antivirus Made in Indonesia

Peter Norton dalam salah satu interview di pertengahan tahun 1980 pernah berkata bahwa ancaman virus hanya isapan jempol belaka dan ancaman virus tersebut hanya dibesar-besarkan. Hal tersebut sebenarnya tidak terlalu salah, “jika” anda hidup di tahun 1980-an. Tetapi jika anda cukup beruntung dan panjang umur sehingga bisa tetap hidup di tahun 1990-an anda akan mendapati kenyataan bahwa apa yang dikatakan Peter Norton tersebut salah. Apalagi di tahun 2000-an, industri antivirus sudah menjadi salah satu industri besar bernilai triliunan rupiah. Lalu kalau berbicara tentang antivirus di Indonesia, tentunya kita diingatkan kembali dengan aksi fenomenal virus lokal Rontokbro yang mampu memusingkan pembuat virus mancanegara dan secara tidak langsung membuat para programmer tergelitik untuk membuat program antivirus melawan Rontokbro dan gerombolan virus lokal lainnya. Banyak sekali antivirus lokal yang bermunculan untuk melawan virus-virus lokal tetapi mayoritas tenggelam ditelan waktu dan seleksi alam meninggalkan beberapa pemain antivirus lokal yang cukup tangguh seperti Pcmav, Smadav, Ansav dan Anvi.

Kawah Candradimuka
Jika anda bertanya, perusahaan antivirus lokal apa yang pertama kali menjual antivirus secara komersial di Indonesia. Jawabannya bukan Pcmav, Smadav atau Ansav, karena ketiga antivirus ini tidak menjual programnya secara komersial tetapi memberikannya secara gratis atau sebagai sisipan dari majalahnya. Kalaupun memang tiga perusahaan ini menjual antivirusnya secara komersialpun umurnya masih kalah dengan program antivirus yang satu ini. Bahkan kalau mau di lihat dari sisi umur, sebenarnya perusahaan yang pertama kali menjual antivirus di Indonesia secara komersial ini seumuran dengan Symantec (Norton) dan McAfee yang termasuk ke dalam pelopor antivirus komersial. Adalah Mikrodata yang merupakan majalah komputer di tahun 1990-an yang pertama kali menjual program antivirus dalam disket 5 ¼ inci dan di distribusikan melalui toko buku Gramedia. Program yang dinamakan Mikrodata Antivirus tersebut pada umumnya digunakan untuk membasmi virus lokal yang menginfeksi komputer di tahun 1990-an. Secara teoritis, harusnya Mikrodata Antivirus yang merupakan sepupu Norton dan McAfee bisa berkembang dengan baik dan menjadi satu perusahaan sekuriti dari Indonesia yang disegani, tetapi hal ini tidak terjadi. Mengapa ? Kalau ingin kita belajar dari sejarah, kemungkinan ada dua penyebab. Pertama adalah industri piranti lunak yang kurang dihargai di Indonesia pada saat itu dimana penghargaan atas HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) sangat rendah sehingga pembuat piranti lunak tidak mendapatkan dukungan / keuntungan finansial yang cukup dalam menjual produknya (banyak di bajak) sehingga secara pelan tapi pasti akan mematikan usaha pembuat piranti lunak dan akan makin sedikit orang yang berminat mengembangkan usahanya di bidang piranti lunak. Selain itu, kita juga tidak bisa menyalahkan pemerintah melulu, kemungkinan naluri bisnis yang belum mencium adanya peluang besar di sektor sekuriti ini. Tetapi yang jelas, sumbangan Mikrodata terhadap perkembangan sekuriti di Indonesia pada tahun-tahun berikutnya juga masih besar dimana pembuat antivirus lokal yang dominan di kancah pervirusan Indonesia setidaknya pernah mendapatkan banyak ilmu dari Mikrodata. Kalau praktisi sekuriti dan antivirus di ibaratkan Gatotkaca, maka Mikrodata adalah kawah Candradimuka.

Brontok si pemberontak
Sangat sulit membicarakan program antivirus tanpa membicarakan virus. Ibarat kalau kita bicara polisi itu ada karena ada maling / penjahat. Kalau tidak ada penjahat atau pelanggar peraturan, yah polisi tidak diperlukan. Antivirus itu ada karena ada virus dan kalau mau meniadakan antivirus, tentunya hilangkan saja virus, otomatis antivirus tidak diperlukan lagi. Tetapi apakah mungkin meniadakan virus ? Pertanyaan yang sama dapat diajukan adalah : Apakah mungkin meniadakan orang jahat ? Jawabannya sudah jelas, tidak mungkin. Tetapi sering muncul kecurigaan para pengguna komputer, khususnya yang pernah menjadi korban virus dan bete sekali dengan virus, apalagi pas mau bersihkan virus dia harus bayar lagi. Bahwa pembuat virus itu adalah pembuat antivirus karena jelas-jelas mereka yang mendapatkan keuntungan dari penyebaran virus. Percuma juga para pembuat antivirus menyangkal tuduhan ini, karena buntut-buntunya penuduh akan bilang, “Maling mana ada yang mau mengaku ?” Maka hal yang paling mudah dilakukan adalah melihat sejarah lagi. Para pembuat virus yang tertangkap seperti pembuat virus Melissa, I Love You, Anna Kournikova dan Netsky yang tertangkap polisi dan di hukum semuanya tidak bekerja untuk perusahaan antivirus dan membuat virus hanya berdasarkan keisengan, kebanggaan, rasa ingin dihargai bahwa mereka pintar (walaupun dalam perkembangan terakhir, pembuat virus mulai mengorganisir diri mereka dan mencari cara untuk mendapatkan uang secara langsung dari penyebaran virusnya baik dengan menipu, menakut-nakuti atau mengancam korbannya dengan menyebarkan Rogue Antivirus / antivirus palsu). Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Walaupun sebelumnya sempat muncul virus lokal Kangen yang dibuat oleh mahasiswa dari kota Pempek dan (mungkin) karena tidak mau kalah dari kota Palembang seorang programmer dari kota Kembang meluncurkan virus ciptaannya di pertengahan tahun 2005 yang celakanya dan diikuti oleh ratusan pembuat virus dari kota-kota lain di seluruh Indonesia sehingga menyebabkan banjir virus lokal. Hebatnya lagi, varian virus yang muncul berikutnya yang makin canggih dan mampu mengelabui program antivirus mancanegara. Virus yang dikenal dengan nama Brontok / Rontokbro (nama virus ini diilhami oleh Elang Jawa / Brontok) ini mampu menyebar dengan sangat efektif karena memanfaatkan penyebaran melalui UFD (USB Flash Disk) dimana penyebaran dan penggunaan UFD di Indonesia pada saat itu sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena kondisi perekonomian masyarakat dan infrastruktur internet Indonesia yang masih lemah sehingga mayoritas mengakses internet melalui warnet dan menyimpan data-data pentingnya menggunakan UFD.
Pada saat antivirus mancanegara kewalahan menghadapi virus lokal, muncul antivirus yang diberikan secara gratis oleh majalah PC Media dan menamakan dirinya PCMav. Dalam perkembangannya PCMav dapat mendeteksi dan membersihkan virus lokal dengan baik dan mendapat hati di cukup banyak pengguna komputer. Seiring berjalannya waktu, muncul banyak antivirus lokal lain seperti Ansav, AVI, Smadav, Elkav, Morphost dan banyak antivirus lainnya yang jumlahnya mencapai 40-an. Tetapi seiring berjalannya waktu, para antivirus lokal ini berguguran dan meninggalkan gelanggang antivirus lokal pada beberapa pemain utama saja. Dua antivirus lokal yang saat ini dikatakan bersaing sangat ketat adalah PCMav dan Smadav. Uniknya, masing-masing antivirus memiliki pendukung dan penggemar fanatik. Dalam tingkatan tertentu penggemar masing-masing antivirus sudah seperti pengguna sistem operasi komputer saja, yang sangat fanatik dan cinta mati dengan antivirusnya. Ibarat Bonek yang cinta mati dengan Persebaya yang demi membela tim kesayangannya meskipun cekak tetapi rela berdesak-desakan di kereta guna membela tim kesayangannya. Dan sama seperti Bonek, jika bertemu dengan penggemar tim lain maka yang terjadi adalah gesekan-gesekan yang tidak perlu seperti perkelahian antar penggemar. Padahal dalam sepakbola ... eh salah ... dalam dunia pervirusan sudah menjadi hukum dasar bahwa virus selalu selangkah lebih maju daripada antivirus sehingga lebih baik energi yang berlebihan ini dicurahkan pada usaha untuk memperbaiki engine dan menambah database antivirus daripada saling menjelekkan atau menyerang. Para pembuat antivirus mancanegara yang notabene saling bersaing keras di pemasaran antivirus masih bisa bersatu dan berkumpul dalam wadah-wadah yang dapat membantu menguatkan industri antivirus seperti EICAR, AVAR dan Virus Bulletin.

Kualitas Antivirus Lokal
Ibarat TIM Nasional Indonesia yang tidak terkalahkan di Senayan, antivirus lokal masih menjadi jagoan kandang, PCMav dan Smadav memang sering terbukti lebih baik dari antivirus mancanegara dalam mendeteksi dan memberishkan virus lokal (walaupun terlihat beberapa antivirus mancanegara mulai menyadari hal ini dan mulai meningkatkan usahanya dalam meningkatkan database virus lokal) tetapi kalau urusan virus impor, antivirus lokal masih keteteran. Hal ini bukannya tidak disadari oleh antivirus lokal, terbukti PCMav yang berusaha melengkapi dirinya dengan plugin antivirus open source Clamav sehingga “diharapkan” mampu menjadi produk yang mumpuni dan mampu mendeteksi virus lokal dan virus mancanegara. Tetapi yang menjadi masalah adalah dunia virus ini luar biasa dinamis dan membutuhkan stamina dan energi yang tidak terbatas untuk selalu mengupdate database antivirus. Pada saat ini, Clamav saja sudah keteteran dalam mendeteksi sample virus, dimana menurut pengetesan dari lembaga independen seperti AV-Comparative.org kemampuan deteksi virusnya masih kalah jika dibandingkan dengan antivirus konersial atau gratis lainnya.

Antivirus Made in Indonesia di kancah Global
Bukan tidak mungkin bagi antivirus Indonesia untuk bersaing dengan antivirus global dan tidak menjadi jago kandang saja. Ada beberapa hal yang menurut penulis harus dimiliki seperti :
·         Bahasa pemrograman disarankan menggunakan bahasa C.
·         Interface dalam Bahasa Inggris, hal ini merupakan persyaratan dasar. Kalau bisa malah tersedia dalam berbagai macam bahasa.
·         Kemampuan pengumpulan sample virus mancanegara yang konsisten dan analis yang ready 24 jam. Hal ini dapat dicapai salah satunya dengan menjadi anggota komunitas pembuat antivirus seperti Eicar, Virus Bulletin atau AVAR.
·         Penghargaan yang tinggi atas HAKI dan karya anak negeri sendiri.
·         Model bisnis yang jelas dan mampu bertahan untuk jangka panjang. Persaingan antar perusahaan antivirus yang semakin hari semakin tajam. Jangankan saling membanting harga, sampai satu titik tertentu mau antivirus yang gratisan saja sudah banyak tersedia. Jangan menganggap kalau gratisan itu kualitasnya tidak baik, lihat AVG, Avira, Dr. Web Cureit! yang jelas-jelas memiliki kemampuan mendeteksi dan membasmi virus dengan sangat baik juga tersedia secara gratis untuk para pengguna komputer. Antivirus gratisan seperti memiliki program dan tujuan yang jelas menggratiskan antivirusnya, dimana mereka menyediakan antivirus berbayar untuk program antivirus yang lebih canggih.

Space Iklan

Blogvertise ads